2020-12-26

Sarana dan Prasarana Panen Kelapa Sawit

Panen adalah pengambilan buah kelapa sawit yang telah memenuhi kriteria matang panen dari pokok sawit, juga bersama brondolan yang berjatuhan di sekitar piringan, lalu dikumpulkan ke TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) dan diangkut dengan truk untuk dibawa ke PKS (Pengolahan Kelapa Sawit). Pekerjaan rawat dilakukan langsung oleh karyawan yang ada di Afdeling,  dikoordinir langsung oleh mandor panen, diawasi oleh Kepala asisten lapangan dan dikontrol oleh Kepala Kebun sekaligus penanggung jawab keadaan atau kondisi panen di areal. Item pekerjaan panen meliputi pemangkasan pelepah yan disusun rapi digawangan mati, lalu menurunkan buah yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu brondolan yang jatuh dipiringan resmi sebanyak 5 buah dan pada janjangan lebih dari 10 buah, kemudian memungut buah dan mengambil brondolan yang berjatuhan sampai tuntas, sambil memotong pangkal janjang seperti cangkam kodok, setelah itu ditaruh di tempat TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) yang setelah itu akan diangkut oleh transportasi ke tempat PKS (Pengolahan Kelapa Sawit).

Sebelum melakukan pekerjaan panen, masing-masing karyawan sudah mendapat ancak dan tempat kerja yang sudah ditentukan oleh mandor panen yang bertugas membuat planning panen sebelum direalisasikannya ke areal dan melakukan sensus pada areal yang akan menjadi lokasi tempat panen. Ancak panen adalah luasan panen yang menjadi tanggung jawab pemanen. Ancak panen ada dua macam yaitu ancak tetap, pada sistem ini pemanen mempunyai areal panen yang tetap. Contoh: blok A 2 luasnya 30 Ha, jumlah baris = 120, jumlah ancak = 12, masing-masing pemanen mendapat ancak 10 baris, maka pembagian ancaknya yaitu ancak 1 = baris 1s/d 10, ancak 2 = baris 11 s/d 20 dan seterusnya. Ancak giring, pada system ini pemanen secara bersam-sama memanen dalam satu blok, stetelah selesai pinadh ke blok lain. Satu orang pemanen memanen tiap satu path, kemudian pindah ke path yang belm dipanen dan seterusnya sampai selesai 1blok lalu pindah ke blok lain (Anonim, 2006). Sebelum ancak dilakukan harus dikoordinasikan terlebih dahulu kepada kepala kebun dan kepala asisten lapangan dan kegiatan panen terdiri dari persiapan panen dan pelaksanaan panen.

a)  Persiapan Panen

    Merupakan sarana dan prasarana yang dapat mempermudah didalam kegiatan panen seperti alat-alat panen (helm, sarung tangan, sepatu boat, kaca mata, dodos, egrek, kampak, gancu, batu asah, angkong, karung alas brondolan dan garuk brondolan). 

     Prasarana pendukung didalam panen meliputi:

a.   TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) yaitu sebidang lahan yang dibuat khusus untuk mengumpulkan buah (TBS dan brondolan), terletak pada gawangan tanaman dan berada setiap 3 path, ukurannya 3 x 4 m dan 4 x6 m. Setiap TPH diberi identitas (blok, nomor baris dan nomor TPH)diberi warna cat dasar merah dan tulisan berwarna putih, sehingga mempermudah untuk mengetahui hasil yang telah dipanen dan bisa mempermudah buah dalam pengangkutan ke PKS.


b.   Jalan Panen (Path) yaitu jalan diatara dua barisan tanaman yang digunakan untuk lalu lintas pengangkutan hasil panen dari dalam blok ke TPH yang biasa disebut pasar pikul. Ukuran lebar jalan 1.2 -1.5 m, letaknya searah barisan tanaman untuk areal datar dan mengikuti contour untuk daerah berbukit, untuk mempermudah pemanen menuju TPH. Path harus bersih dari tanaman liar gulma lainnya, supaya tidak menghambat pemanen dalam mengangkut buah.

Titi Panen adalah jembatan kecil yang dibuat sederhana dari kayu atau timbunan karung yang

lebarnya 20 cm dan tinggi 7 cm, supaya memudahkan pemanen membawa buah ke tempat

TPH yang harus menyeberangi selokan kecil. 



Lokasi: Wonosari, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar