2020-12-26

Penanaman Bibit Kelapa sawit




Penyediaan Bahan Tanaman

Guna menjamin keberhasilan pengembangan kelapa sawit diperlukan penyediaan bahan tanaman yang baik dan bermutu dalam jumlah yang memadai. Terdapat 3 (tiga) jenis kelapa sawit yang dibudidayakan yaitu Pisifera, Dura dan Tenera. Jenis yang terakhir ini banyak diusahakan oleh perusahaan maupun petani.

 


Benih Kelapa Sawit Asli

1. Berasal dari varietas unggul DxP yang telah dilepas secara resmi oleh Menteri Pertanian.

2.    Diproduksi di kebun benih khusus yang sudah disertifikasi dengan cara menyilangkan pohon ibu induk Dura (D) dengan menyilangkan pohon bapak Pisifera (P) yang telah teruji keunggulannya.

3. Dapat disertifikasi karena kemurnian genetik terjamin dan perkecambahan benih dilakukan dengan rapi dan sistematis sehingga asal usulnya dapat ditelusuri ke pohon induk.

Benih Kelapa Sawit Ilegal

1.  Berasal dari buah atau kecambah yang dikumpulkan di bawah pohon-pohon kelapa sawit yang terdapat di kebun produksi Tenera (T) atau pohon Dura (D) yang disilangkan

2.    Perkecambahan dilakukan secara alami dan asal usul pohonnya tidak jelas dan tidak tercatat.

3.   Tidak dapat disertifikasi karena asal usulnya tidak jelas dan proses pengecambahannya tidak mengikuti standar yang berlaku.


Dampak Kerugian Menggunakan Benih Kelapa Sawit Ilegal

1.    Pengguna benih ilegal akan menghasilkan kontaminasi dura sehingga akan mengurangi produksi TBS dan CPO.

2.    Pengguna benih ilegal akan mengurangi kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang optimal dan biaya yang dikeluarkan sia-sia. Para pekebun akan sulit untuk mengembalikan pinjaman kredit karena produksi yang dihasilkan rendah.

3.    Akan timbul ekses konflik antara PKS dan kebun pemasok TBS

4.     Pelanggaran Undang Undang Nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Undang  Undang Nomor 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

5.    Produktivitas rendah, tingkat produksi TBS hanya 50% rendemen CPO maksimal 18%

6.    Merusak mesin pengolah rendemen CPO

7.    Mengambil pangsa pasar

8.    Penurunan citra produsen benih resmi

9.    Penurunan tingkat produksi CPO secara nasional

10. Sumberdaya alam, SDM dan modal tidak termanfaatkan secara optimal

Untuk mendapatkan benih kelapa sawit yang direkomendasikan oleh Direktorat Jenederal Perkebunan penangkar bibit harus memesan benih/kecambah kelapa sawit dengan salah satu lembaga yang ditunjuk seperti : Pusat Penelitian Kelapa Sawit (Medan), Balai Penelitian Kelapa Sawit Marihat (Pematang Siantar), PT.Socfindo (Medan) dan PT.PP London Sumatera (Medan) atau Sub Station Pusat Penelitian Marihat Parindu (Sanggau).

Kecambah

Perlakuan terhadap kecambah:

Kecambah harus dalam keadaan sejuk lembab dan terhindar dari matahari langsung sampai saat penanaman. Kecambah harus ditanam sesegera mungkin setelah sesampainya kecambah dan tidak disimpan lebih dari 5 hari.

Kecambah hendaknya disimpan dalam ruangan dengan suhu 22 - 24° C. Periksa jumlah dan jenis persilangan yang terdapat pada Daftar Persilangan (D.Persil) dan dilakukan seleksi sebelum di tanam.

                                                 Gambar kecambah yang masih di segel


                                                            Gambar seleksi kecambah 


Gambar kecambah abnormal

Media Tanam

Media tanam sebaiknya berasal dari tanah top soil gembur, tanah yang kurang gembur dapat dicampur dengan pasir dengan perbandingan 3:1, bebas dari hama dan penyakit

Tanah sebelum dimasukkan polibag terlebih dahulu diayak dengan ayakan 2 cm
Campurkan pupuk SP-36 sebanyak 50 gram/liter air pada setiap 1m³ tanah isian sebelum diisi ke polibag kemudian dibiarkan selama 1 bulan sebelum ditanam kecambah


Pembibitan Awal (Pre Nursery)

Persiapan Lokasi untuk Pembibitan Awal :

·       Ukuran bedengan 10 x 1,2 m dengan arah utara selatan selanjutnya dibuatkan naungan

·       Bagian dasar bedengan dibuat lebih tinggi dari permukaan

·       Tambahkan papan sebagai pemisah persilangan atau kelompok pertumbuhan

Penanaman Kecambah

·       Kantong kecambah dikeluarkan dari kotak secara hati- hati dan ditempatkan dalam baki dangkal berisi air agar kecambah tetap dingin (kecambah dalam kantong harus tidak terkena air)

·       Kantong dibuka dan dipercikan dengan air untuk memberi kelembaban pada setiap kali penanaman bila cuaca panas

·       Polibag dibuat lubang tanam dengan kedalaman 2 cm

·       Kecambah harus ditanam dalam polibag dengan akar (radikula) menghadap ke bawah pada kedalaman sekitar 2 cm sehingga daun (plumula) berada 1 cm dibawah permukaan setelah ditutup dengan tanah

·       Kecambah abnormal, patah, busuk atau berpenyakit jangan ditanam

·       Menutup dan meratakan tanah sekeliling kecambah (jangan menekan tanah terlalu kuat)

Kecambah harus segera disiram setelah ditanam 

                                                Gambar penanaman kecambah


Gambar posisi kecambah di dalam tanah

                                  Gambar kesalahan dalam penanaman kecambah



Lokasi: Wonosari, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar