2020-12-26

Pengangkutan Bibit

 



Bibit yang telah siap diangkut, diletakkan dipinggir jalan dan disusun rapi dikumpulkan rapat, setiap kelompok terdiri 100-200 bibit. Pengeluaran bibit dari areal dengan cara di angkut perorangan ke pinggir jalan. Satu dump truck dalam satu kali angkut mampu membawa 200 bibit yang disusun rapi didalam bak truk. Selama bibit dimasukkan kedalam truk ada petugas yang menghitung jumlah bibit yang masuk ke dalam truk dan melaporkan kepada supervisi untuk jumlah bibit yang dikirim ke lapangan, bibit di susun satu lapis di atas truk dan disiram sebelum berangkat ke lapangan. Setelah sampai ditempat tujuan (lahan) bibit yang diturunkan dihitung kembali agar tidak terjadi kehilangan bibit saat di jalan menuju lokasi penanaman.

Kecepatan pengangkutan bibit ke lapangan disesuaikan dengan laju penanaman. Jumlah bibit yang diangkut sesuai dengan jumlah yang akan dianam. Dalam hal ini pengawasan pengangkutan bibit ke dalam alat angkut harus diawasi secara ketat. sampai di tempat tujuan, harus ditandatangani dengan baik.

Pengangkatan bibit dilakukan secara hati tanah tidak rusak dan jangan diangkat pada leher pangkal batang. Bibit harus diangkat dalam keadaan berdiri dan bagian bawah ditopang dengan bahu. Saat meletakkan bibit di sisi lubang harus hati-hati, jangan dibanting. Jika bibit harus diangkut dengan jarak > 5 km, tajuk bibit harus diikat dengan rafia untuk menghindari kerusakan bibit. Kapasitas angkut bibit ± 150 bibit/truk dan bibit tidak boleh di susun tumpang tindih. Untuk menghindari kerusakan tajuk dan kerusakan tanah dalam polybag, kecepatan kendaraan angkut bi (truck atau wheel tractor) tidak boleh lebih dari 60 km/ jam. Kerja: Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pekerjaan pengangkutan dan ecer bibit ke dekat lubang tanam adalah 1-2 HK/ha

Lokasi: Wonosari, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar