Tampilkan postingan dengan label Rumah Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Belajar. Tampilkan semua postingan

2021-12-02

IMPIAN YANG TERTUNDA SRB 2021

IMPIAN YANG TERTUNDA SRB 2021

KALIMANTAN TENGAH

Diklat PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2021 merupakan ajang para guru se-Indonesia untuk melaksanakan peningkatan kompetensi pembelajaran bidang TIK.Tidak mudah menjadi peserta duta rumah belajar provinsi. Apalagi bisa menjadi juara tingkat nasional. Tahapan demi tahapan harus di lalui mulai dari Level 1 sampai dengan level 4, ada tugas soal maupun pembuatan meteri, video pembelajaran, vlog serta media pembelajaran interaktif yang harus dibuat peserta untuk menyelesaikan tiap levelnya. Semakin tinggi level yang kita dapat maka semakin tinggi pula tingkat  kesulitan tugas yang di berikan.

Pada level 4 akan tersisa 30 peserta dan kemudian akan di ambil 5 peserta terbaik dari provinsi. Alhamdulilah pada tahun 2021 ini saya masuk ke dalam peserta terbaik di Kalimantan Tengah. Suatu pencapaian terbesar saya selama ini. Pada tahun 2019 saya juga mengikuti kegiatan PembaTIK dan hanya masuk sampai level 4.




Tugas utama kami sebagai DRB dan SRB antara lain.

Tugas utama seorang Duta Rumah Belajar, lanjut Iriany, adalah membantu Pusdatin Kemendikbudristek menyosialisasikan dan mendiseminasikan portal Rumah Belajar kepada rekan guru yang ada di daerah masing-masing.

Sahabat rumah belajar memiliki tugasi berbagi dan berkolaborasi agar semakin banyak guru dan siswa yang dapat memanfaatkan portal rumah belajar agar proses belajar mengajar jauh lebih mudah

Optimalisasi kualitas pembelajaran berbasis TIK dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru-guru. Sehingga, peran TIK dalam mendukung dan menuntaskan capaian belajar dapat terwujud dengan kualitas pembelajaran yang baik dan berkualitas.

Sampai detik ini tetap merasa sangat bersyukur bisa masuk ke dalam 5 peserta terbaik, dan akan berusaha dan berjuang untuk dapat mengejar impian untuk menjadi Duta Rumah Belajar Kalimantan Tengah untuk tahun berikutnya.


2021-11-28

PENGUMUMAN DBR 2021

 

Gambar 1, Sambutan Menteri Pendidikan

Setelah melalui 4 level pada seleksi PembaTIK serta melalui tes wawancara akhir, pada malam Rangakaian Anugrah Kihajar Tahun 2021 akhirnya di umumkan Juara untuk masing-masing provinsi yang menjadi Duta Rumah Belajar. Walau akhirnya tidak menjadi juara dan tidak mewakili provinsi Kalimantan Tengah, saya tetap merasa senang dan bangga karena bisa masuk ke 5 besar untuk provinsi Kalimantan Tengah.


Gambar 2, Duta Rumah Belajar 2021 Kalimantan Tengah


Selamat kepada Ibu Fitria Yunita, S.Pd.I yang terpilih sebagai Duta Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Tengah. Tidak lupa juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para juara Duta Rumah Belajar (pembaTIK) 2021 untuk 33 provinsi di Indonesia lainnya.

Tugas sudah membentang di depan mata, mari bersama kita (SRB Kalimantan tengah) yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu (TIM ROMPI BIRU) memaju pendidikan di Kalimantan tengah dengan ilmu yang kita dapatkan selama di PembaTIK, melakukan inovasi dan kolaborasi mewujudkan merdeka belajar khususnya di Kalimantan Tengah.

Gambar 3, Acara Anugerah Kihajar 2021


Terima kasih juga saya ucapkan untuk Pustekkom Kemdikbud selama seleksi kami mendapatkan banyak ilmu.

Terima kasih juga saya ucapkan kepada DRB Kalimantan Tengah yang sudah membimbing tanpa lelah, Hanna Kali Wahyuni, Achmad Mujahid, Bayu Putra dan Burhannudin.

#dutarumahbelajar 2021

#rumahbelajar

#pusdatinkemdikbudristek

#pusdatin

#kemdikbudristek


2021-11-21

DUTA RUMAH BELAJAR 2021

Gambar 1, Presentasi Duta Rumah Belajar 2021

Banyak sekali pengalaman baru dalam mengikuti PembaTIK dan sampai ke tahap 5 besar Kalimantan Tengah. Seleksi akhir di laksanakan pada hari minggu tanggal 21 November 2021. Kami menjalankan 2 sesi yaitu sesi unjuk kerja 30 menit dan sesi subtansi (wawancara) 30 menit. Pada sesi unjuk kerja kami di minta untuk menjelasakn dan membuka langsung fiture yang ada di Rumah Belajar minimal 5 fiture. Hal yang jadi kegokilan tim Kalimantan Tengah adalah semuanya lupa untuk merekam kegiatan di sesi unjuk kerja yang nantinya akan di upload di blog dan media sosial masing-masing. Maafkan

🙏🙏
karena lupa merekam, mungkin karena ini pertama kali jadi merasa gugup akhir nya beberapa pesan yang di sampaikan terlupa.

Pada sesi subtansi di wawancarai oleh
1. Bpk Margo Widodo,
2. Ibu Indah dari Pusdatin, dan
3. Ibu Garti Sriutami.

Gambar 2, Tim juri Bapak Margo Widodo

Gambar 3, Tim juri Ibu Indah dari Pusdatin

Gambar 4, Tim juri Ibu Garti Sriutami


Pada sesi wawancara ini saya malah sempat untuk merekamnya. Wawancara berkaitan dengan apa motivasi menjadi Duta Rumah Belajar, apabila menjadi Duta Rumah Belajar apa yang akan dilakukan nanti, hal-hal yang membanggakan yang pernah dicapai dan lain-lain. Akhirnya wawancara selesai dan hati menjadi lega.

Apapun keputusanya nanti saya terima dengan lapang dada dan terus melanjutkan perjuangan saya untuk meningkatkan kemampuan TIK dan memajukan pendidikan.

Video presentasi saat wawancara


2021-11-19

DUTA RUMAH BELAJAR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 2021 ?

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling).

Program PembaTIK, khususnya Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud yang telah menjadi wadah guru untuk terus berinovasi dalam mengajar. Dari hasil seleksi pada level 4 akan dipilih 5 besar pada setiap provinsi yang nantinya akan bersaing untuk menjadi Duta Rumah Belajar provinsi.

Duta inilah yang akan menjadi agen dalam pemanfaatan TIK yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka akan secara kolaboratif dan sinergis berbagi ilmu, pengalaman dan bertukar wawasan dengan semua guru dari seluruh Indonesia

Duta Rumah Belajar yang terpilih mampu secara efektif melaksanakan tugas-tugas induknya dan penggerak inisiator implementator gagasan di tingkat lokal yang secara tidak langsung meningkatkan pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran secara nasional.

Pada tahun ini 2021 peserta PembaTIK sekitar 80.000 guru di seluruh Indonesia. Untuk provinsi Kalimantan Tengah peserta PembaTIK adalah 985 guru, dan sudah terpilih 5 terbaik yang akan di seleksi lagi untuk menjadi Duta Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Tengah , yaitu :

NO

NAMA

SEKOLAH

KABUPATEN

1

Candra Christina Oktamaria

SMKN 1 Kuala Kapuas

Kapuas

2

Fitria Yunita                

SMPN 1 Muara Teweh

Barito Utara

3

Juliantie Mandasari

SMKS Gunajaya

Kotawaringin Timur

4

Muhammad Dzikron

SMPS Bina Bangsa 01

Kotawaringin Timur

5

Purwo Janjoko

SMKN 8 Palangka Raya

Palangkaraya


Apapun nanti hasilnya, Duta Rumah Belajar Provinsi Kalimantan Tengah yang terpilih mampu secara efektif melaksanakan tugas-tugas induknya dan penggerak inisiator implementator gagasan di tingkat provinsi Kalimantan Tengah yang secara tidak langsung meningkatkan pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran secara nasional.

KALTENG berkah, kompak bergerak, berkah berdampak

#PusdatinKemendikbudristek 

#PembaTIK2021 

#DutaRumahBelajar2021 

#RumahBelajar2021 

#BerbagiTIK


2021-11-10

KULIAH UMUM PEMBATIK LEVEL 4 HARI 2

 


Kegiatan hari ke 2 Pusdatin Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi dengan Tema “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama di Portal Rumah Belajar ”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan PembaTIK Level 4

Pelaksanaan

🗓️ Kamis, 11 November 2021

⏰ Pukul : 09.00 WIB - Selesai

 

Kegiatan hari 2 Kuliah Umum PembaTIK level 4  di isi oleh

1.    Jumeri, S. TP., M.Si (Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen)

2.    Maman Suherman (Pakar Motivasi dan Public Speaking)

Gambar 1. dok pribadi. Pemaparan Jumeri, S. TP., M.Si

Jumeri, S. TP., M.Si

Hari ini merupakan hari bahagia karena seluruh rangkaian acara PembaTIK 2021 yang merupakan salah satu program unggulan dari pusat data dan teknologi informasi Pusdatin Kemendikbudristek telah dapat diselesaikan. Harapan program PembaTIK dapat meningkatkan kompetensi TIK guru sesuai dengan standart UNESCO dan memanfaatkan portal Rumah Belajar sebagia medianya.

Melalui pogram PembaTIK merupakan langkah mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya profil pelajar pancasila. Yang berfikir kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berahlak mulia, bergotong royong dan berkebinekaan global.

Dari 80.000 guru yang mengikuti hingga terpilihlah guru-guru terbaik yang diharapkan akan menjadi penggerak komunitas-komunitas guru di daerahnya terutama untuk pendayagunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Berbagi dan berkolaborasi bersama guru-guru lainya, maksimalkan potensi diri dalam memaksimalkan TIK teruslah belajar menjadi garda terdepat dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

 

Gambar 2. dok pribadi. Pemaparan Maman Suherman

Maman Suherman

Pendidikan bukan soal mengerti, tahu dan bisa membaca. Harus betul-betul tahu apa yang dibaca. Agar anak tidak sekedar mengerti tapi paham dan menjalankan pengetahuan tersebut dalam masyarakat. Literasi adalah kecakapan hidup yang tidak sekedar numerasi atau baca tulis tapi mampu mengakses informasi dengan baik, mampu befikir kritis serta mampu menghasilkan barang dan jasa.

Di era digital sekarang yang standrt atau biasa saja tidak mendapat tempat. Selalu berusaha memberikan lebih yang penting viral bukan yang penting benar (hal ini sangat salah). Harus mampu menjaga pembelajaran lewat TIK supaya tidak di isi dengan hal-hal yang membahayakan keamanan bagi diri dan siswa-siswa kita, etika digital mana yang boleh mana yang tidak, dan budaya digital. Hal ini penting karena sejak munculnya digitalisasi siswa-siswa kita memiliki 2 kewarganegaraan yaitu warna negara Indonesia dan warga net.

Hindari viru 3T (Teacher Talking Time)

·      Sebisa mungkin verbalisme dikurangi

·      Hindari langsung ke pokok pembahasan

·      Hindari pengelompokan siswa berdasarkan prestasi

Yang harus di lakukan di kelas silahkan berdialog dengan siswa dan jangan monolog.

Selalu percaya surga itu tidak mudah, tidak murah, surga memang harus di usakahan untuk di raih. Salah satu pekerjaan yang setengah langkanya di surga adalah guru. Guru adalah suritauladan, pembawa dari kegelepan menuju terang, dari tidak tahu menjadi tahu, dari bodoh menjadi pintar.

#PusdatinKemendikbudristek 

#PembaTIK2021 

#DutaRumahBelajar2021 

#RumahBelajar2021 

#BerbagiTIK



KULIAH UMUM PEMBATIK LEVEL 4 HARI 1


Pusdatin mengadakan kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi dengan Tema “Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama di Portal Rumah Belajar ”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan PembaTIK Level 4, yang merupakan rangkaian akhir dari Kegiatan PembaTIK 2021. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya untuk membekali guru-guru calon Duta Rumah Belajar dan masyarakat secara luas terkait wawasan yang berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berbagi skill yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, video conference, serta membentuk guru-guru untuk memiliki public speaking skill.

Pelaksanaan 🗓️ Rabu 10 November 2021 ⏰ Pukul : 15.00 WIB - Selesai

Kegiatan hari 1 Kuliah Umum PembaTIK level 4  di isi oleh

1.       1. Dr. M. Hasan Chabibie, M.Si  (Kepala Pusdatin Kemendikbudristek)

2.       2. Ir. Suharti, M.A., Ph.D. (Sekertaris Jendral Kemendikbudristek)

3.       3. Dr. Rully Nasrullah, M.Si (Pakar Media Sosial)

4.       4. Dr. Drs. Rachmadi Widdihartono, M.A (Direktur Guru Pendidikan Dasar)

 

Gambar 1, dok pribadi. Pemaparan Dr. M. Hasan Chabibie , M.Si. 

Dr. M. Hasan Chabibie , M.Si. 

Beliau berbicara tentang partisipasi PembaTIK dari tahun ke tahun. Apa itu PembaTIK ? Kepanjangan dari pembelajaran berbasis TIK merupakan program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi guru UNESCO. Standrt kompetensi TIK terdiri dari 4 level yaitu Literasi, Implementasi, Kreasi dan Berbagi.

Keuntungan mengikuti PembaTIK adalah

·       * Meningkatkan kompetensi literasi TIK

·       * Meningkatkan kompetensi literasi implementasi TIK

·       * Meningkatkan kompetensi kreasi TIK

·       * Meningkatkan kompetensi berbagi dan berkolaborasi

·       * Berkesempatan menjadi duta rumah belajar.

Pada PembaTIK level 4 berbagi dan berkolaborasi guru-guru yang hadir adalah guru terbaik yang terpilih dari 80.000 lebih guru yang mengikuti seleksi diawal proses. Akan terpilih 30/40 terbaik menjadi Duta Rumah Belajar. Pembekalan yang di berikan bersifat kebijakan  dan kompetensi guru yang akan di berikan nantinya untuk semakin lebih baik lagi. Di dampingi para pakar di bidang komunikasi publik dan media sosial.

Kedepannya teknologi menjadi bagian tidak akan bisa terpisahkan dari dunia pendidikan dengan adanya motivasi dan arahan sehingga SRB dari seluruh Indonesia semakin mantap, semakin yakin, semakin optimis, memiliki fasion untuk mefaatkan TIK ini dalam proses belajar mengajar.

 

Gambar 2, dok pribadi. Pemaparan Ir. Suharti, M.A., Ph.D.

Ir. Suharti, M.A., Ph.D.

Pandemi masih ada dari tahun kemarin, tiba-tiba harus belajar jarak jauh dan banyak terjadi kemunduran dalam pelajaran. Terbukti dengan hasil kajian yang menurun dengan prestasi siswa dalam bidang pelajaran (hasil belajar). Hal ini menjadi dasar untuk berkomitmen, membantu dan sama-sama memastikan pembelajaran di sekolah di Indonesian berjalan lebih baik lain. Melalui kegiatan ini SRB seluruh Indonesia bisa berkontribusi lebih banyak lagi. Ini tempat belajar kita berbagi dan berkolaborasi dalam platfrom Rumah Belajar.

Salah satu mitra utama dari Kemendikbudristek adalah guru dan SRB seluruh Indonesia dalam mensosialisasikan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Guru merupakan pahlawan bagi siswa yang memberikan sesuatu yang lebih dan memberikan perubahan bagi siswa. Tidak semua guru handal dalam TIK dengan adanya di PembaTIK level 4 ini diharapkan guru terus berkontribusi untuk pendidikan dan komitmen meningkatkan kemampuan dalam mendidik anak-anak Indonesia. Apa yang di peroleh dari sekolah bisa menjadi nilai tambah untuk kehidupan mereka nantinya. Semoga SRB di level 4 ini semakin menginspirasi bagi guru lainnya.

 

Gambar 3, dok pribadi. Pemaparan Dr. Rully Nasrullah M.Si

Dr. Rully Nasrullah M.Si

Media sosial merupakan salah satu media baru yang digunakan untuk berinteraksi diantara pengguna. Hampir sebagian besar kita menggunakan HP untuk berinteraksi. Komunikasi menjadi berbeda karena dengan media sosial kita bisa memanfaatkan aplikasi, menyebarkan publikasi, materi pembelajaran, menanamkan keterampilan dan kita bisa mendapatkan serta menyebarkan konten.

Dalam bermedia sosial yang perlu di perhatikan adalah algoritma IG

·       * Jam publikasi

·       * Struktur akun

·       * Karakter hari publikasi

·       * Wawasan

·       * Tagar (hastag)

·       * Ukuran dan rasio

·       * Variasi mention

·       * Lakukan IG walking

Konten media sosial tidak sekedar penyebaran opini, gagasan, pendapat, atau pandangan penggunan, melainkan aspek visual yang sangat mempengaruhi. Visual konten menentukan cara berkomunikasi di media sosial. Memanfaatkan aspek visual konten media sosial dengan aplikasi perangkat lunak software PPT.

Berbagai jenia aplikasi untuk produksi video pembelajaran seperti canva, filmora, quik, powerdirektor, video sribe dan power point. Dengan adanya murid-murid atau siswa-siswa yang lebih pintar dalam TIK, inilah tantangan kita sebagai guru di era melenia ini untuk terus mengasah diri dan menambah kemampuan agar kita juga bisa menjadi guru yang luar biasa.

Gambar 3, dok pribadi. Pemaparan Dr. Drs. Rachmadi Widdihartono, M.A

Dr. Drs. Rachmadi Widdihartono, M.A

Peran Duta Rumah Belajar dalam transformasi pembelajaran digital. Pembelajaran era Rev.I 4.0 meliputi

·       * Pembelajaran yagdirahkan oleh siswa sendiri

·       * Pembelajaran dengan multi sumber belajar

·       * Pembelajaran sepanjang hayat

·       * Pembelajaran berbasis TIK

·       * Pembelajaran yang adaptif

·       * Pembelajaran yang dapat membangun cara pandang

Profil pendidikan masa depan :

·       * Pendidikan yang merdeka dan memerdekakan

·       * Pendidikan yang tidak intelektualitas dan materialitas

·       * Pendidikan dengan multi sumber

·       * Pendidikan sepanjang hayat

·       * Pendidikan berbasis TIK

·       * Pendidikan yang adaptif

·       * Pendidikan yang membangun cara pandang

Indikator kecakapan literasi digital

·       * Memproduksi dan mengomunikasikan informasi

·       * Mengontruksi pengetahuan

·       * Menyaring dan mengelola informasi

·       * Menciptakan kesadaran tentang nilai-nilai trandisional

·       * Membaca dan memahami materi yang tidak berurutan dan dinamis

·       * Meciptakan kesadaran dalam membangun jejaring

·       * Berpikir kritis dalam mengambil informasi

VIDEO "MEMAJUKAN YANG TERTINGGAL DENGAN RUMAH BELAJAR" SOSIALISASI 2


Berikut ini adalah video tentang sosialisasi Rumah Belajar yang kedua dilaksanakan pada hari Senin tanggal 08 November 2021 se - Kecamatan Telaga Antang. Majukan pendidikan di Indonesia dengan menggunakan portal Rumah Belajar.


#PusdatinKemendikbudristek 
#PembaTIK2021 
#DutaRumahBelajar2021 
#RumahBelajar2021 
#BerbagiTIK

VLOG "MEMAJUKAN YANG TERTINGGAL DENGAN RUMAH BELAJAR"

 




Inovasi pembelajaran kolaboratif dengan memanfaatkan portal Rumah Belajar sangat bermanfaat bagi guru dan juga bagi siswa. Penggunaan portal Rumah Belajar sangat membantu guru dalam memberikan materi kepada siswa, begitu pula sebaiknya siswa sangat terbantu dengan adanya portal Rumah Belajar karena walaupun kondisi tidak melaksanakan tatap muka di sekolah mereka tetap dapat belajar, membaca modul yang diberikan guru, mengerjakan tugas serta dapat melihat hasil tugas yang mereka kerjakan (nilai).
Berbagi dan berkolaborasi dengan Rumah Belajar dapat membantu meningkatkan minat siswa dalam belajar, menambah pengetahuan serta pemahaman siswa.
Rumah Belajar "belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja"
=========================================
#PusdatinKemendikbudristek
#PembaTIK2021
#DutaRumahBelajar2021
#RumahBelajar2021
#BerbagiTIK