2020-11-06

MENGANGKUT HASIL TANAMAN PERTANIAN

 MENGANGKUT HASIL TANAMAN PERTANIAN

https://modifjokmobil.blogspot.com/2019/10/24-gambar-mobil-truk-muat-sawit-trend.html


Mengangkut hasil panen dari kebun ke gudang adalah merupakan bagian dari kegiatan memanen hasil tanaman pertanian. Kegiatan ini juga berpengaruh terhadap hasil panen, terutama terhadap kualitas hasil panen. Dengan cara pengangkutan yang sembarang saja menyebabkan tingkat kerusakan hasil panen lebih besar. Oleh karenanya upaya mengangkut hasil panen tanaman pertanian perlu pula adanya perhatian khusus.
Pertimbangan Menentukan Cara Pengangkutan
1).       Karakteristik Hasil Panen
            Setiap hasil panen tanaman pertanian memiliki karakter yang berbeda-beda, baik dari segi bentuk maupun sifatnya.
§  Bentuk hasil Panen Tanaman
            Hasil panen tanaman dapat berupa umbi, batang, getah,  daun, bunga, dan buah. Sesuai dengan karakter ini maka alat dan perlengkapan pengangkutannya harus disesuaikan, terutama berkaitan dengan ukuran dari hasil tanaman tersebut. Sebagaimana hasil tanaman sayuran akan berbeda alat dan perlengkapan pengangkutannya dengan hasil tanaman yang berupa buah.
§  Sifat Hasil Panen
            Sifat hasil panen tanaman juga bervariasi, dari hasil tanaman yang mudah rusak sampai hasil tanaman yang tahan atau tidak mudah rusak. Kemungkinan penyebab kerusakan hasil tanaman pertanian semasa pengangkutan adalah:
-          Pengaruh iklim atau cuaca.
            Beberapa jenis hasil tanaman akan terpengaruh terhadap iklim atau cuaca. Terlebih lagi bila jarak kebun ke gudang cukup jauh. Oleh karena itu alat angkut yang diperlukan adalah yang mampu mempertahankan kualitas hasil panen selama pengangkutan ke gudang.
-          Kesesuaian alat pengangkutan
            Alat angkut hasil panen tanaman pertanian memiliki spesifikasi tertentu, sesuai dengan hasil panen tanaman apa yang akan diangkut. Namun umumnya petani tidak memiliki alat angkut yang spesifik, sehingga mereka menggunakan suatu alat angkut hasil panen tanaman pertanian yang serba guna.

2).      Jarak Pengangkutan
            Jarak pengangkutan juga menentukan terhadap tingkat kerusakan hasil panen tanaman pertanian. Sebagaimana tanaman karet yang umumnya jarak kebun ke gudang/pabrik relatif cukup jauh, sementara hasil panennya akan cepat menggumpal sebelum dilakukan proses pengolahan lebih lanjut. Dengan demikian untuk getah karet ini memerlukan perlakuan khusus selama pengangkutan sampai kegudang. Demikian pula alat transpotasinya juga didesain secara khusus.
3).       Medan Lapangan.
            Tidak setiap tanaman dibudidayakan pada lahan yang mudah terjangkau dengan kendaraan. Umumnya di Indonesia tanaman pertanian dibudidayakan pada lahan-lahan yang medannya bergelombang dan jalanpun hanya merupakan jalan setapak serta belum ada pengerasan jalan. Kalau ada baru dengan pengerasan batu yang tidak diratakan. Dengan kondisi medan lapangan yang demikian akan mempengaruhi jenis atau macam alat dan perlengkapan pengangkutan hasil panen  tanaman tersebut.
4).       Tenaga Kerja
Untuk di Indonesia jumlah tenaga kerja pertanian masih belum menjadi faktor pembatas pada kegiatan budidaya tanaman pertanian. Mungkin permasalahannya adalah tingkat pengetahuan tenaga kerja, khususnya dalam hal bagaimana cara mengangkut hasil panen tanaman pertanian yang benar. Di negeri lain dimana tenaga kerja pertanian sudah berkurang dan cukup mahal, maka pemanfaatan teknologi penggunaan alat mesin pertanian merupakan pertimbangan untuk mengatasi sedikit dan mahalnya tenaga kerja dibidang pertanian.
Alat/perlengkapan Pengangkutan
Secara konvensional petani tidak terlalu mempermasalahkan alat dan perlengkapan pengangkutan hasil panen tanaman pertaniannya. Miniamalnya cukup dengan menggunakan karung-karung dan dipanggul atau digendong dari kebun hingga kerumahnya. Namun untuk hasil panen tanaman tertentu dengan jarak yang jauh dan jumlahnya cukup besar, maka petani sudah mulai mempertimbangkan alat dan perlengkapan pengangkutan yang mungkin digunakan. Pertama kali hanya berpikir agar hasil panen tanamannya bisa sampai kerumah/gudang. Tetapi setelah adanya persyaratan dari permintaan pasar tentang bagaimana kualitas yang diinginkan pasar, petani mulai berpikir bagaimana cara mengangkut hasil panennya agar hasilnya tidak banyak rusak dan laku mahal. Berbagai macam alat dan perlengkapan untuk mengangkut hasil panen tanaman pertanian adaah sebagai berikut:
1).       Kendaraan Pengangkut
Umumnya hasil panen tanaman pertanian diangkut dalam dua tahap hingga sampai ke gudang atau rumah petani.
Pada tahap pertama adalah mengangkut hasil panen dari kebun sampai ke tempat pengumpulan. Tempat pengumpul-an ini biasanya dipilih dipinggir jalan atau  tempat-tempat yang terjangkau oleh kendaraan roda empat atau pedati. Alat transpotasi yang digunakan adalah:
§  Tandu/keranjang/karung yang dibawah oleh tenaga manusia sebagai pengangkut. Alat ini digunakan bila jalan yang dilalui adalah jalan setapak atau bahkan sesekai menyeberangi sungai.
§  Gerobag dorong/tarik yang didorong atau ditarik oleh tenaga manusia. Alat pengangkut ini digunakan bila jalan yang dilalui cukup untuk dilewati gerobag dorong/tarik. Kurang lebih lebar jalan adalah 1 meter.
§  Sepeda atau sepeda motor. Jalan yang dilalui adalah yang memungkinkan dilewati kendaraan ini, yaitu lebar jalan lebih kurang 1 meter.
§  Perahu kecil atau rakit, bila jalan yang memungkinkan untuk mengangkut hasil panen hanyalah sungai yang menghubungkan antara kebun dengan tempat pengumpulan.
Tahap kedua adalah mengangkut hasil panen dari tempat pengumpulan ke gudang, kerumah petani, dan atau langsung ke pabrik. Umumnya yang digunakan mengangkut hasil panen dari tempat pengumpulan sampai kegudang/ rumah petani/ langsung ke pabrik adalah menggunakan pedati yang ditarik oleh seeokor atau dua ekor lembu, kendaraan truk atau colt pick up. Untuk hasil tanaman tertentu digunakan alat transpotasi khusus, seperti getah karet, sayur mayur dll.
2).      Alat Bantu Pengangkutan
Alat bantu untuk mengangkut hasil panen tanaman adalah alat yang digunakan untuk memindahkan hasil panen dari tumpukan ditanah ke atas kendaraan transpotasi. Peralatan/perlengkapan ini meliputi sekop, karung, keranjang, ember. Untuk hasil panen yang cukup banyak dan berat digunakan Alat pengangkut hidrolic.
Lokasi: Wonosari, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar