2021-09-24

PTMT DI SMKS GUNAJAYA


 Gambar 1. Dok pribadi . Praktek dilahan untuk mata pelajaran produktif ATP 
Identifikasi Gulma


Setelah lebih dari satu tahun pelaksanaan pembelajaran dirumah (PJJ) dengan menggunakan metode offline (kunjungan ke rumah siswa satu persatu) dan online (menggunakan aplikasi zoom, meet dll), ada hal atau dampak negative yang di timbulkan misalnya kouta/paket internet yang membengkak meskipun ada bantuan dari pemerintah, jaringan yang susah sehingga membuat siswa malas dalam mencari jaringan karena harus keluar rumah dan kadang jaringan berada didaerah kebun/hutan (lokasi kami Kalimantan tengah). Sehingga kami sebagai guru agak susah dalam mengukur hasil pembelajaran.



 Gambar 2. Dok pribadi . Kegiatan pembelajaran selama PTM

Bagi sekolah jurusan (SMK) yang memberikan pendidikan kompetensi keahlian dan keterampilan, merasa kurang maksimal selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Meski begitu, PJJ tak melulu berdampak negatif. Setidaknya pandemi menjadi lompatan bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan pendidikan untuk menguasai teknologi informasi. Namun, masih banyak pekerjaan rumah ihwal pendidikan berbasis teknologi. Mulai dari belum meratanya akses internet, minimnya literasi digital hingga ketiadaan gawai dari peserta didik.

PTMT ini sangat diperlukan mengingat adanya potensi learning loss akibat pembelajaran yang tidak maksimal selama PJJ. Kami mulai ujicoba PTM bulan September 2021 dengan kehadiran siswa 50% disekolah dan 50% di rumah tetap kami laksanakan PJJ seperti biasa. Hal ini kami lakukan secara bergantian. Untuk kunjungan offline ke rumah siswa pun tetap kami laksanakan guna menunjang terutama siswa yang lokasi rumah tidak memiliki jaringan internet dan gawai.

PTM yang berjalan ialah PTM Terbatas. Dimana ada panduan pembelajaran dan juga protokol kesehatan yang harus dijalankan agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah.

berikut ini adalah panduan protokol kesehatan yang berjalan di sekolah yang memberlakukan PTM Terbatas.

A. Sebelum Pembelajaran
1. Melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan
2. Memastikan kecukupan cairan disinfektan, sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan cairan pembersih tangan (handsanitizer)
3. Memastikan ketersediaan masker, dan atau masker tembus pandang cadangan
4. Memastikan thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik
5. Melakukan pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan: suhu tubuh dan menanyakan adanya gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan dan atau sesak nafas

B. Setelah Pembelajaran
1. Melakukan disinfeksi sarana prasarana dan lingkungan satuan pendidikan
2. Memeriksa ketersediaan sisa cairan disinfektan, sabun cuci tangan dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer)
3. Memeriksa ketersediaan sisa masker dan/atau masker tembus pandang cadangan
4. Memastikan thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) berfungsi dengan baik
5. Melaporkan hasil pemantauan kesehatan warga satuan pendidikan harian kepada dinas pendidikan


 Gambar 3. Dok pribadi . Setiap siswa yang hadir wajib cuci tangan dan melakukan pengecekan
suhu serta selama 2x seminggu melakukan penyemprotan desinfektan di ruangan

Lokasi: Wonosari, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar